SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA-----SELAMAT MENIKMATI INFORMASI YANG ADA------JANGAN LUPA FOLOW SAYA DI TWITTER------JANGAN LUPA JUGA ADD FACEBOOK SAYA ^_^------SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1435 H-----MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN Artikel Ilmiahku (Kampusku Anak Tiri !!!) | IQBAL IMANUDIN

Artikel Ilmiahku (Kampusku Anak Tiri !!!)


KAMPUSKU ANAK TIRI

ARTIKEL ILMIAH


Oleh
IQBAL IMANUDIN
NIM. F37011058


UNTAN LOGO AJAK

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2013
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kegiatan menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Menulis berarti mengorganisasikan gagasan secara sistematis dan mengungkapkannya secara tersurat. Menulis dapat berarti menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami seseorang. Pada prinsipnya fungsi utama dari tulisan ini adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berfikir secara kritis (Tarigan, 2009: 21-22) .
Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Salah satunya dengan membuat sebuah karya ilmiah.
Karya ilmiah merupakan tulisan yang didasarkan atas penelitian ilmiah. Namun, belakangan ini mulai berkembang paradigma baru bahwa suatu karya ilmiah tidak harus didasarkan pada penelitian ilmiah saja, melainkan juga suatu kajian terhadap suatu masalah yang dianalisis oleh ahlinya secara professional.
Karya ilmiah merupakan tulisan yang memiliki bobot akademis tertentu ditinjau dari aspek organisasi tulisan, subtansi masalah, akurasi data, dan penyajian. Karya ilmiah juga merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi, atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta,
teori, dan/atau bukti-bukti empirik, tidak banyak berguna jika tidak disebarluaskan.
Karya ilmiah dapat mengangkat permasalahan-permasalahan yang terjadi di alam semesta ini. Salah satunya mengangkat masalah yang timbul di dunia pendidikan. Masalah yang timnul di dunia pendidikan sangat beraneka ragam. Pada karya ilmiah ini penulis akan mengangkat permasalahan di lingkungan tempat penulis melanjutkan studi. Penulis melaksanakan studi di Universitas Tanjungpura, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang bertempat di Jl.Karya Bhakti (kampus dua).
Berdasarkan uraian di atas, dalam karya ilmiah ini penulis akan membahas masalah “Kampus Dua yang terabaikan“. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan memberikan gambaran dan saran kepada pembaca mengenai masalah yang terjadi di kampus dua.

B.     Masalah Penelitian
Sesuai dengan uraian pada latar belakang, maka yang menjadi masalah umum dalam penelitian ini adalah “Kurangnya Sarana dan Prasarana yang tersedia di kampus dua”.
Agar pembahasannya dapat dijabarkan secara terperinci, penulis membagi masalah umum tersebut menjadi beberapa masalah khusus yang dijabarkan sebagai berikut:
1.      Apakah di kampus dua memiliki akses internet yang memadai?
2.      Apakah di kampus dua memiliki ruangan yang layak dan nyaman dengan fasilitas yang memadai?
3.      Apakah perpustakaan yang tersedia di kampus dua layak di sebut perpustakaan di tingkat perguruan tinggi?
4.      Apakah pembangunan yang terjadi di kampus dua sudah sejalan dengan perubahan yang terjadi di kampus-kampus lain di Universitas Tanjungpura?

C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah umum dan masalah khusus yang telah diuraikan, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia di kampus dua.
            Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:
1.      Pemanfaatan akses internet yang tersedia di kampus dua terhadap perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan.
2.      Ketersediaan ruangan dan fasilitas yang ada di kampus dua demi menunjang berlangsungnya perkuliahan yang efektif dan efisien.
3.      Membandingkan gambaran perpustakaan di tingkat Perguruan Tinggi dengan perpustakaan yang ada di kampus dua.
4.      Membandingkan gambaran pembangunan kampus yang ada di lingkungan Universitas Tanjungpura dengan pembangunan yang terjadi di kampus dua.

D.      Manfaat Penelitian
            Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain:
1.      Bagi kampus
Dapat memberikan sumbangan inspirasi kepada kampus untuk mendapatkan perubahan yang layak agar menunjang proses perkuliahan yang terjadi di kampus dua itu sendiri.
2.      Bagi dosen
Sarana dan prasarana yang memadai dapat meningkatkan minat mengajar dosen serta dapat menghilangkan rasa bosan dalam proses belajar mengajar.
3.      Bagi mahasiswa
Sarana dan prasarana yang memadai dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa serta dapat menghilangkan rasa bosan dalam belajar.
4.      Bagi penulis
Memperkaya pengetahuan penulis tentang penulisan karya ilmiah serta sebagai proses pembelajaran bagaimana menulis sebuah karya ilmiah.










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Akses Internet di Kampus Dua
Akhir-akhir ini akses internet di kampus dua sudah sulit untuk digunakan. Para warga kampus dua, khususnya mahasiswa sangat merasakan dampak dari tidak tersedianya lagi akses internet tersebut. Mahasiswa sebagai kaum terpelajar sangat membutuhkan keberadaan akses internet sebagai penunjang dalam proses pembelajaran serta, sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. Namun, pihak terkait enggan memberikan alasan atau keterangan apa penyebab tidak tersedianya lagi akses internet di kampus dua.
Keadaan ini semakin membuat para mahasiswa PGSD kebingungan dan bertanya-tanya. Oleh karena itu, keberadaan akses internet di kampus dua juga berpengaruh bagi kelangsungan proses perkuliahan serta berpengaruh pada informasi  kegiatan yang ada di tingkat fakultas maupun universitas. Dengan demikian, mahasiswa dalam proses pembelajaran akan lebih mudah dalam mengakses informasi yang berhubungan dengan perkuliahan apabila, tersedianya akses internet yang memadai.

B.     Keterbatasan Ruangan dan Fasilitas yang Belum Memadai
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar memiliki mahasiswa yang cukup banyak. Ruangan PGSD yang dulunya banyak, sekarang menjadi terbatas, ditambah lagi dengan sering adanya kegiatan-kegiatan guru yang berasal dari daerah. Oleh sebab itu, semakin membuat mahasiswa PGSD menjadi terkatung-katung. Ruangan yang tak pasti, ditambah lagi ruangan yang dulunya sebagai laboratorium, juga menjadi berubah fungsi. Kelas yang tidak jelas dan tidak nyaman semakin membuat para mahasiswa menjadi kurang bersemangat dalam perkuliahan.
Selain itu, ruangan yang ditempati sebagai tempat menimba ilmu juga banyak terjadi kerusakan-kerusakan. Kerusakan tersebut mulai dari kursi, langit-langit kelas, bahkan jendela yang memprihatinkan.
Kemudian, fasilitas lain yang diperlukan di zaman yang semakin maju ini, pastinya mahasiswa juga harus mengikuti perkembangan tersebut, terutama di bidang teknologi. Namun, lagi-lagi fasilitas yang kurang memadai, seperti sistem peminjaman proyektor, yang menggunakan prinsip siapa cepat dia dapat. Sangat jauh berbanding dengan fasilitas yang ada di tingkat fakultas atau universitas.
Selain uraian di atas, juga masih banyak lagi fasilitas yang kurang memadai di kampus dua ini, mulai dari kipas angin yang hidup segan mati tak mau, serta sistem pencahayaan ruangan yang tidak merata.
Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa memang ruangan dan fasilitas yang ada di kampus dua masih jauh dari harapan bahkan  berbanding terbalik dengan gambaran sebuah kampus yang ideal.

C.    Perbandingan Perpustakaan di Perguruan Tinggi Pada Umumnya dengan Perpustakaan yang Ada di Kampus Dua
Perpustakaan yang nyaman, rasanya hanya menjadi angan bagi Mahasiswa PGSD sebab, perpustakaan di kampus dua jauh dari kata layak untuk disebut perpustakaan. Debu bertebaran di mana-mana, serta manajemen ruangan yang tidak efektif dan kreatif membuat mahasiswa enggan untuk berkunjung ke perpustakaan tersebut. Sekali berkunjung hanya untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan saja, yang biasanya diwajibkan oleh dosen. Disaat tidak dibutuhkan perpustakaan mungkin hanya menjadi sebuah ruangan yang dianggap kosong. Semua ini jelas sangat jauh perbandingannya dengan perpustakaan yang ada di kampus-kampus lain pada umumnya.
Keadaan ini semakin parah dengan biaya pembuatan kartu anggota perpustakaan tersebut yang sangat mahal dan tidak sesuai dengan keadaan. Setiap tahun berganti kartu tersebut selalu diperbaharui dengan biaya pembuatan yang tidak sedikit akan tetapi, tanpa disertai dengan kemajuan pada perpustakaan tersebut.
Hal ini lah yang membuat  keadaan semakin buruk di mana, mahasiswa enggan untuk berkunjung ke perpustakaan tersebut, yang bagi mereka para mahasiswa ruangan tersebut dipenuhi dengan tumpukan debu. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sama sekali tidak mau untuk menjadi anggota perpustaaan tersebut. Salah satu narasumber mengemukakan alasan terkuat mengapa diantara mereka ada yang enggan untuk menjadi anggota di perpustakaan kampus dua, adalah dikarenakan biaya pembuatan kartu yang sangat mahal.

D.    Perbandingan Pembangunan di Kampus Sekitar Lingkungan Universitas Tanjungpura dengan Pembangunan di Kampus Dua
Pembangunan yang sangat pesat yang terjadi di lingkungan Universitas Tanjungpura semakin menunjukan bahwa kampus dua sangat terabaikan. Kampus dua yang disebut-sebut sebagai peninggalan zaman Sekolah Pendidikan Guru (SPG) hanya sedikit mengalami pemugaran. Itu pun hanya memperbaiki bagian-bagian tertentu, tanpa membangun secara besar-besaran. Semua ini sangat berbeda jauh dengan yang terjadi di lingkungan sekitar Universitas Tanjungpura.
Hal ini tidak sesuai dengan biaya pendaftaran yang dikeluarkan oleh mahasiswa dari tahun ke tahun. Biaya pendaftaran mahasiswa dari tahun ke tahun yang semakin meningkat semakin membuat mahasiswa bertanya-tanya.
Kemudian keadaan semakin diperkeruh dengan adanya dana tambahan pada saat pendaftaran ulang dari tahun ke tahun tanpa disertai dengan rincian jelas tentang penggunaan dana tersebut. Hal ini membuat para mahasiswa PGSD berpikir ke arah yang negatif.
Namun, apa daya mahasiswa hanyalah mahasiswa yang menjadi saksi perkembangan kampus dua yang mungkin hanya bisa mengalami perubahan secara evolusi. Pembangunan di lingkungan sekitar Universitas Tanjungpura yang semakin pesat hanya menambah kesedihan di benak para mahasiswa kampus dua (PGSD). Selain itu semakin besar pula perasaan mahasiswa akan status kampusnya yang seolah-olah hanya diperlakukan bagaikan seorang anak tiri yang malang. Kewajiban terus di tuntut namun hak yang seharusnya mereka dapatkan akan tetapi, tidak terpenuhi. 




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan mahasiswa kampus dua, dapat disimpulkan bahwa:
1.      Akses internet di kampus dua kurang memadai sehingga, membuat para mahasiswa kampus dua kurang mendapatkan informasi tentang perkembangan kampus bahkan ilmu pengetahuan.
2.      Ruangan dan fasilitas yang ada di kampus dua masih jauh dari harapan bahkan  berbanding terbalik dengan gambaran sebuah kampus yang ideal.
3.      Perpustakaan yang ada di kampus dua masih memerlukan inovasi-inovasi pembaharuan baik itu dari segi manajemen ruangan maupun manajemen keuangan, agar menarik minat mahasiswa untuk menjadi anggota dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang paling diminati.
4.      Pembangunan di kampus dua harus segera dilaksanakan agar tidak terjadi kecemburuan sosial sehingga, mengurangi pemikiran negatif para mahasiswa tentang ketidak perdulian pihak terkait terhadap kemajuan kampus dua. Sehingga mereka tidak merasa bahwa kampus mereka dianak tirikan sementara kamus lain dianak emaskan.

B.     Saran
Ada beberapa saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan hasil penelitian yaitu sebagai berikut:
1.      Transparansi rincian anggaran keuangan akan lebih baik dibandingkan dengan pembengkakan dana tanpa disertai rincian yang jelas dan transparan. Oleh sebab itu, diharapkan kepada pihak terkait untuk memperjelas rincian terhadap biaya yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa.
2.      Meningkatan kualitas sarana dan prasarana dapat menghilangkan pemikiran negatif siswa terhadap pihak terkait bahkan, dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Untuk itu, disarankan kepada pihak terkait agar meningkatkan kualitas sarana dan prasarana untuk kampus dua.














DAFTAR PUSTAKA

Dalman. (2011). Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Halidjah, Siti. (2010). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Pontianak: Mulia
               Pontianak.
Mahmudi. (2013). Penuntun Penulisan Karangan Ilmiah. Yogyakarta: Aswaja
   Pressindo.
Sadewa, Riko. (2012). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis
               Masalah Dengan Metode Bermain Peran Terhadap Hasil Belajar
      Siswa Menyelesaikan Soal Cerita di Kelas IV
        Sekolah Dasar Negeri 03 Pontianak Selatan. Skripsi tidak
        diterbitkan. Pontianak: Program Pascasarjana UNTAN Pontianak.
Tarigan, Henry Guntur. (1996). Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.


Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar