RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
TENTANG
PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN BELANDA
DAN JEPANG
DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INQUIRY
Oleh
Iqbal Imanudin
Nim: F37011058
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN
PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA
PONTIANAK
2013
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
SD/MI : SDN 11 PONTIANAK
Mata
Pelajaran : Ilmu Pengetahuan
Sosial
Kelas/Semester : V (lima) / II (Genap)
Alokasi
Waktu : 2 x 30 (Menit)
Hari /
tanggal : Rabu / 22 Juli 2013
Jumlah
siswa : 30 orang
I.
Standar Kompetensi : 2. Menghargai
peranan tokoh pejuang dan
masyarakat
dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia.
II.
Kompetensi dasar : 2.1 Mendeskripsikan
perjuangan para tokoh pejuang
pada masa
penjajahan Belanda dan Jepang.
III.
Indikator
A. Mempelajari Masa penjajahan belanda
B. Mempelajari Masa pendudukan Jepang
IV.
Tujuan Pembelajaran
A. Siswa dapat mengetahui dan memahami apa saja yang terjadi
pada masa penjajahan Belanda.
B. Siswa dapat mengetahui dan memahami apa saja yang terjadi
pada masa pendudukan Jepang.
V. Karakter yang diharapkan
A. Kritis
B.
Teliti
C.
Tekun
D. Patuh
E.
Bertanggung jawab
VI.
Uraian materi
A. Masa Penjajahan Belanda
Kedatangan bangsa Belanda ke tanah Nusantara
dimulai pada tahun 1596. Mereka ingin melakukan hubungan dagang dengan penduduk
yang ada di wilayah Nusantara. Untuk pertama kalinya beberapa kapal Belanda
singgah di Pelabuhan Banten. Lama kelamaan, kapal dagang Belanda yang datang semakin
bertambah.
Untuk mencegah adanya persaingan yang
tidak sehat di antara pedagang Belanda dan pedagang asing lainnya (khususnya
Portugis dan Spanyol), maka para pedagang Belanda mendirikan VOC (Vereenigde
Oost Indische Compagnie). VOC, yaitu kongsi atau perserikatan perdagangan
Belanda yang ada di wilayah Nusantara. VOC didirikan pada tahun 1602 dan
dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal yang bernama Pieter Both. Akan
tetapi, pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan.
Kedatangan bangsa asing ke
wilayah Nusantara pada awalnya disambut dengan gembira oleh rakyat Indonesia.
Mereka semua datang dengan tujuan melakukan perniagaan, yaitu jual beli
rempah-rempah yang memang sangat dibutuhkan oleh bangsa Eropa. Akan tetapi
karena keangkuhan dan keserakahannya, bangsa Eropa menerapkan sistem monopoli.
Pada saat sistem ini diterapkan, mulailah ada reaksi dari rakyat In- donesia.
Apalagi setelah mereka menerapkan sistem kolonial. Rakyat In- donesia bukan
saja bereaksi, tetapi juga mengadakan perlawanan bersenjata. Adapun perlawanan
rakyat Indonesia dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang, antara lain sebagai berikut
:
1.
Thomas Matulessy (Pattimura) di Maluku
2.
Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat)
3.
Pangeran Diponegoro ( Yogyakarta )
4.
Pangeran Antasari ( Banjarmasin )
5.
Raja Buleleng ( Bali )
6.
Perlawanan Rakyat Aceh ( Teuku Umar & Cut
Nyak Dien, & Teuku Cik Di Tiro )
B. Masa Pendudukan Jepang
Pangkalan Angkatan Laut
Amerika Serikat di Pearl Harbour (Hawaii) dibom oleh tentara Jepang pada
tanggal 8 Desember 1941. Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van
Starkenborgh menyatakan perang terhadap
Jepang. Bala tentara Jepang dengan cepat bergerak masuk ke wilayah Asia
Tenggara. Untuk menghadapi serangan Jepang tersebut dibentuklah ABDACOM
(American British Dutch Australian Command) dipimpin oleh Jenderal Sir
Archibald Wavell dan bermarkas di Lembang Bandung. Namun kenyataannya, pada
tanggal 8 Maret 1942 pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada
Jepang.
Penyerahan ini ditandatangani
oleh Letnan Jenderal Terpoten sebagai Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda
kepada Letnan Jenderal H. Imamura sebagai pimpinan angkatan perang Jepang.
Semenjak, itu Jepang berkuasa di In- donesia. Kedatangan Jepang ke Indonesia
oleh bangsa Indonesia semula disambut dengan gembira sebagai bangsa pembebas
penjajahan Belanda. Hal ini ditandai dengan adanya pembebasan pemimpin
pergerakan kemerdekaan oleh Jepang, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Ki
Hajar Dewantara. Selanjutnya, Jepang memeras rakyat Indonesia untuk memenuhi
kebutuhan hidup dan perang dengan Sekutu. Caranya dengan mewajibkan rakyat
Indonesia untuk menyerahkan kekayaan yang dimilikinya dan memeras tenaga dan
waktu. Rakyat Indonesia harus bekerja tanpa adanya jaminan keselamatan dan
perbekalan. Rakyat dipaksa
membuat
benteng-benteng pertahanan, lubang-lubang persembunyian dan perlindungan serta
goa-goa untuk menyimpan perbekalan dan pertahanan Jepang.
Selain itu, diterapkan juga
sistem kerja paksa dengan nama romusa. Untuk membantu tentara Jepang dalam
perang melawan Sekutu, pemuda Indonesia dikerahkan menjadi pembantu prajurit
dengan sebutan Heiho Gatot Mangkupraja mengusulkan pembentukan Peta (Pembela
Tanah Air) untuk menjaga keadaan Indonesia dari serangan musuh (Sekutu). Usul
ini disetujui oleh Jepang. Berduyun-duyunlah para pemuda Indo- nesia
mendaftarkan diri untuk menjadi tentara Peta. Selama di Indonesia, Jepang telah
bertindak keterlaluan dan menyebabkan segala aturan yang ada di masyarakat
terinjak-injak. Mereka pun telah menyebabkan penderitaan yang sangat berat,
baik lahir maupun batin.
Oleh karena itu, timbullah
perlawanan dari rakyat Indonesia. Perlawanan rakyat Indonesia ini dapat
digolongkan dalam 3 bagian sebagai berikut:
1.
Melalui perjuangan organisasi yang dibentuk
oleh Jepang, antara lain;
a. perjuangan dari Gerakan 3A yang dipimpin oleh Syamsudin
SH, tahun 1943;
b. Putera (Perjuangan Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin
oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, Kiai Haji Mas Mansur
tahun 1943;
c. perjuangan Peta (Pembela Tanah Air) tahun 1943.
2.
Melalui gerakan bawah tanah, yaitu perjuangan
yang bertentangan dengan kehendak pemerintah Jepang, antara lain:
a. perjuangan yang dipimpin oleh Amir Sjarifudin tahun 1943;
b. perjuangan yang dipimpin oleh Sutan Sahrir tahun 1943;
c. perjuangan yang dipimpin Sukarni;
d. perjuangan yang dipimpin Ahmad Subarjo, SH tahun 1943.
3.
Perjuangan yang dilakukan rakyat, yaitu:
a. perjuangan rakyat Aceh yang dipimpin oleh Teungku Abdul
Jalil tahun 1942;
b. perjuangan rakyat Karangampel Sindang Kabupaten Indramayu
yang dipimpin oleh Haji Hadriyan tahun 1944;
c. perjuangan rakyat Sukamanah Kabupaten Tasikmalaya yang
dipimpin oleh Haji Zaenal Mustofa tahun 1943;
d. perjuangan rakyat Blitar yang dipimpin oleh Supriadi
tanggal 14 Pebruari 1945.
VII.
Metode pembelajaran
A.
Ceramah
B.
Tanya jawab
C.
Bermain peran
D.
Penugasan
VIII. Sumber dan
Media Pembelajaran
A.
Sumber Pembelajaran
1.
BSNP. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD. Jakarta: Depdiknas.
2.
Reny Yuliati dan Ade Munajat 2008. ILMU PENGETAHUAN
SOSIAL Untuk Kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat
Perbukuan Depdiknas.
B. Media Pembelajaran
4.
Proyektor
IX.
Langkah – langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal (± 10
Menit)
1.
Salam pembuka
2.
Do’a
3.
Absensi
B. Kegiatan Inti (± 35
Menit)
1.
Eksplorasi
a.
Siswa menyebutkan tokoh-tokoh pejuang pada
masa penjajahan Belanda dan Jepang yang diketahui.
2.
Elaborasi
a. Siswa menyimak penjelasan tentang penjajahan
Belanda dan perlawanan rakyat Indonesia.
b.
Siswa menyimak penjelasan tentang proses
pendudukan Jepang dan perlawanan rakyat Indonesia.
c.
Siswa menyimpulkan apa yang diketahui dari
yang sudah di pelajari bersama-sama.
d.
Pembagian kelompok dan penugasan.
e.
Perwakilan kelompok diminta menuliskan hasil
pekerjaan kelompoknya di papan tulis.
f.
Dengan bimbingan guru, kelompok lain diminta untuk menanggapi jawaban
dari kelompok yang bermain peran.
g.
Siswa diberkani kesempatan untuk bertanya
mengenai materi yang belum dimengerti.
3.
Konfirmasi
a.
Siswa mendengarkan tanggapan guru kepada
masing-masing kelompok (dengan
memberikan beberapa contoh).
C.
Kegiatan Akhir (± 15 menit)
1.
Siswa dengan bimbingan guru membuat
kesimpulan dari materi yang dipelajari.
2.
Evaluasi.
3.
Refleksi.
4.
Tindak lanjut
(memberikan motivasi dan mengingatkan siswa untuk mempelajari kembali materi
yang telah dipelajari hari ini).
5.
Penutup dan salam.
6.
Do’a.
X.
Evaluasi
A.
Prosedur Tes
1.
Penilaian
proses (keaktifan siswa selama proses pembelajaran)
2. Penilaian hasil (kemampuan siswa dalam mengerjakan soal
evaluasi)
B.
Jenis Tes
1. Tertulis dan lisan
C.
Instrumen Penilaian
1.
Penilaian Proses
Format penilaian proses
|
Kelompok
|
No.
|
Nama Siswa
|
Aspek yang Diamati
|
Skor
|
|||||||||||||||
|
Keaktifan
|
Kerjasama
|
Keberanian
|
Kesungguhan
|
||||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||||
|
1.
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dst.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kriteria penilaian
proses: 13 – 16 = A (baik sekali)
9
– 12 = B (baik)
5
– 8 = C (cukup)
0
–
4 = D (kurang)
2.
Penilaian Hasil
a.
Soal-soal
Kerjakan
soal – soal berikut ini dengan baik dan benar !
1.
Jelaskan secara singkat apa yang kamu ketahui
tantang VOC !
2.
Sebutkan 4 tokoh pemimpin perlawanan rakyat
Indonesia terhadap Belanda !
3.
Jelaskan secara singkat proses awal
penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia !
4.
Sebutkan 3 cara perlawanan rakyat Indonesia
terhadap tentara Jepang !
Kunci jawaban :
|
No.
|
Jawaban
|
Skor
|
|
`1
|
VOC adalah kongsi atau perserikatan perdagangan Belanda
yang ada di wilayah Nusantara.
VOC didirikan pada tahun 1602 dan dipimpin oleh seorang
Gubernur Jenderal yang bernama Pieter Both.
Akan tetapi, pada tanggal 31 Desember 1799 VOC
dibubarkan.
|
20
|
|
2.
|
1.
Thomas Matulessy
(Pattimura) di Maluku
2.
Tuanku Imam
Bonjol (Sumatra Barat)
3.
Pangeran
Diponegoro ( Yogyakarta )
4.
Pangeran Antasari
( Banjarmasin )
5.
Raja Buleleng (
Bali )
6.
Perlawanan Rakyat
Aceh ( Teuku Umar & Cut Nyak Dien, & Teuku
Cik
Di Tiro )
|
20
|
|
3
|
Penjajahan Belanda di Indonesia ditandai dengan adanya
sistem monopoli VOC dan sistem tanam paksa yang sangat merugikan rakyat
Indonesia.
Pendudukan Jepang di Indonesia ditandai dengan adanya
sistem kerja paksa (romusha) yang sangat menyiksa rakyat Indonesia.
|
30
|
|
4
|
1.
Melalui
perjuangan organisasi yang dibentuk oleh Jepang
2.
Melalui gerakan
bawah tanah, yaitu perjuangan yang bertentangan
dengan
kehendak pemerintah Jepang
3.
Perjuangan yang
dilakukan rakyat
|
30
|
|
Total
|
100
|
|
Pontianak, 22 Juli 2013
Penulis,
Iqbal Imanudin
NIM.
F37011058




0 komentar:
Posting Komentar