SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA-----SELAMAT MENIKMATI INFORMASI YANG ADA------JANGAN LUPA FOLOW SAYA DI TWITTER------JANGAN LUPA JUGA ADD FACEBOOK SAYA ^_^------SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1435 H-----MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN RPP IPS Kelas 5 SD Semester 2 SK 2 KD 2.1 | IQBAL IMANUDIN

RPP IPS Kelas 5 SD Semester 2 SK 2 KD 2.1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
TENTANG
PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP PENJAJAHAN BELANDA DAN JEPANG
DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INQUIRY



Oleh
Iqbal Imanudin
Nim: F37011058


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2013



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


SD/MI                         : SDN 11 PONTIANAK
Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas/Semester            : V (lima) / II (Genap)            
Alokasi Waktu            : 2 x 30 (Menit)
Hari / tanggal              : Rabu / 22 Juli 2013
Jumlah siswa               : 30 orang


I.                   Standar Kompetensi               : 2.     Menghargai peranan tokoh pejuang dan
masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankaan kemerdekaan Indonesia.
II.                Kompetensi dasar                   : 2.1   Mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang
                                                            pada masa  penjajahan  Belanda dan Jepang.


III.             Indikator
A.    Mempelajari Masa penjajahan belanda
B.     Mempelajari Masa pendudukan Jepang


IV.             Tujuan Pembelajaran
A.    Siswa dapat mengetahui dan memahami apa saja yang terjadi pada masa penjajahan Belanda.
B.     Siswa dapat mengetahui dan memahami apa saja yang terjadi pada masa pendudukan Jepang.

V.        Karakter yang diharapkan
A.       Kritis
B.        Teliti
C.        Tekun
D.       Patuh
E.        Bertanggung jawab





VI.             Uraian materi

A.    Masa Penjajahan Belanda
                   Kedatangan bangsa Belanda ke tanah Nusantara dimulai pada tahun 1596. Mereka ingin melakukan hubungan dagang dengan penduduk yang ada di wilayah Nusantara. Untuk pertama kalinya beberapa kapal Belanda singgah di Pelabuhan Banten. Lama kelamaan, kapal dagang Belanda yang datang semakin bertambah.
                  Untuk mencegah adanya persaingan yang tidak sehat di antara pedagang Belanda dan pedagang asing lainnya (khususnya Portugis dan Spanyol), maka para pedagang Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). VOC, yaitu kongsi atau perserikatan perdagangan Belanda yang ada di wilayah Nusantara. VOC didirikan pada tahun 1602 dan dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal yang bernama Pieter Both. Akan tetapi, pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan.
                  Kedatangan bangsa asing ke wilayah Nusantara pada awalnya disambut dengan gembira oleh rakyat Indonesia. Mereka semua datang dengan tujuan melakukan perniagaan, yaitu jual beli rempah-rempah yang memang sangat dibutuhkan oleh bangsa Eropa. Akan tetapi karena keangkuhan dan keserakahannya, bangsa Eropa menerapkan sistem monopoli. Pada saat sistem ini diterapkan, mulailah ada reaksi dari rakyat In- donesia. Apalagi setelah mereka menerapkan sistem kolonial. Rakyat In- donesia bukan saja bereaksi, tetapi juga mengadakan perlawanan bersenjata. Adapun perlawanan rakyat Indonesia dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang, antara lain sebagai berikut :
1.      Thomas Matulessy (Pattimura) di Maluku
2.      Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat)
3.      Pangeran Diponegoro ( Yogyakarta )
4.      Pangeran Antasari  ( Banjarmasin )
5.      Raja Buleleng ( Bali )
6.      Perlawanan Rakyat Aceh ( Teuku Umar & Cut Nyak Dien, & Teuku Cik Di Tiro )
B.     Masa Pendudukan Jepang
                  Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour (Hawaii) dibom oleh tentara Jepang pada tanggal 8 Desember 1941. Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh menyatakan perang terhadap Jepang. Bala tentara Jepang dengan cepat bergerak masuk ke wilayah Asia Tenggara. Untuk menghadapi serangan Jepang tersebut dibentuklah ABDACOM (American British Dutch Australian Command) dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wavell dan bermarkas di Lembang Bandung. Namun kenyataannya, pada tanggal 8 Maret 1942 pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.
                  Penyerahan ini ditandatangani oleh Letnan Jenderal Terpoten sebagai Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda kepada Letnan Jenderal H. Imamura sebagai pimpinan angkatan perang Jepang. Semenjak, itu Jepang berkuasa di In- donesia. Kedatangan Jepang ke Indonesia oleh bangsa Indonesia semula disambut dengan gembira sebagai bangsa pembebas penjajahan Belanda. Hal ini ditandai dengan adanya pembebasan pemimpin pergerakan kemerdekaan oleh Jepang, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Ki Hajar Dewantara. Selanjutnya, Jepang memeras rakyat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perang dengan Sekutu. Caranya dengan mewajibkan rakyat Indonesia untuk menyerahkan kekayaan yang dimilikinya dan memeras tenaga dan waktu. Rakyat Indonesia harus bekerja tanpa adanya jaminan keselamatan dan perbekalan. Rakyat dipaksa

membuat benteng-benteng pertahanan, lubang-lubang persembunyian dan perlindungan serta goa-goa untuk menyimpan perbekalan dan pertahanan Jepang.
                  Selain itu, diterapkan juga sistem kerja paksa dengan nama romusa. Untuk membantu tentara Jepang dalam perang melawan Sekutu, pemuda Indonesia dikerahkan menjadi pembantu prajurit dengan sebutan Heiho Gatot Mangkupraja mengusulkan pembentukan Peta (Pembela Tanah Air) untuk menjaga keadaan Indonesia dari serangan musuh (Sekutu). Usul ini disetujui oleh Jepang. Berduyun-duyunlah para pemuda Indo- nesia mendaftarkan diri untuk menjadi tentara Peta. Selama di Indonesia, Jepang telah bertindak keterlaluan dan menyebabkan segala aturan yang ada di masyarakat terinjak-injak. Mereka pun telah menyebabkan penderitaan yang sangat berat, baik lahir maupun batin.
                  Oleh karena itu, timbullah perlawanan dari rakyat Indonesia. Perlawanan rakyat Indonesia ini dapat digolongkan dalam 3 bagian sebagai berikut:
1.      Melalui perjuangan organisasi yang dibentuk oleh Jepang, antara lain;
a.       perjuangan dari Gerakan 3A yang dipimpin oleh Syamsudin SH, tahun 1943;
b.      Putera (Perjuangan Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, Kiai Haji Mas Mansur tahun 1943;
c.       perjuangan Peta (Pembela Tanah Air) tahun 1943.
2.      Melalui gerakan bawah tanah, yaitu perjuangan yang bertentangan dengan kehendak pemerintah Jepang, antara lain:
a.       perjuangan yang dipimpin oleh Amir Sjarifudin tahun 1943;
b.      perjuangan yang dipimpin oleh Sutan Sahrir tahun 1943;
c.       perjuangan yang dipimpin Sukarni;
d.      perjuangan yang dipimpin Ahmad Subarjo, SH tahun 1943.
3.      Perjuangan yang dilakukan rakyat, yaitu:
a.       perjuangan rakyat Aceh yang dipimpin oleh Teungku Abdul Jalil tahun 1942;
b.      perjuangan rakyat Karangampel Sindang Kabupaten Indramayu yang dipimpin oleh Haji Hadriyan tahun 1944;
c.       perjuangan rakyat Sukamanah Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin oleh Haji Zaenal Mustofa tahun 1943;
d.      perjuangan rakyat Blitar yang dipimpin oleh Supriadi tanggal 14 Pebruari 1945.


VII.          Metode pembelajaran
A.    Ceramah
B.     Tanya jawab
C.     Bermain peran
D.    Penugasan


VIII.       Sumber dan Media  Pembelajaran
A.    Sumber Pembelajaran
1.            BSNP. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD. Jakarta: Depdiknas.
2.            Reny Yuliati dan Ade Munajat 2008. ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Untuk Kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
B.     Media Pembelajaran
4.            Proyektor

IX.             Langkah – langkah Pembelajaran
A.    Kegiatan Awal (± 10 Menit)
1.            Salam pembuka
2.            Do’a
3.            Absensi

B.     Kegiatan Inti (± 35 Menit)
1.            Eksplorasi
a.          Siswa menyebutkan tokoh-tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang yang diketahui.

2.            Elaborasi
a.      Siswa menyimak penjelasan tentang penjajahan Belanda dan perlawanan rakyat Indonesia.
b.         Siswa menyimak penjelasan tentang proses pendudukan Jepang dan perlawanan rakyat Indonesia.
c.          Siswa menyimpulkan apa yang diketahui dari yang sudah di pelajari bersama-sama.
d.         Pembagian kelompok dan penugasan.
e.          Perwakilan kelompok diminta menuliskan hasil pekerjaan kelompoknya di papan tulis.
f.          Dengan bimbingan guru, kelompok lain diminta untuk menanggapi jawaban dari kelompok yang bermain peran.
g.         Siswa diberkani kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum dimengerti.

3.      Konfirmasi
a.          Siswa mendengarkan tanggapan guru kepada masing-masing kelompok (dengan  memberikan beberapa contoh).

C.    Kegiatan Akhir (± 15 menit)
1.      Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan dari materi yang dipelajari.
2.      Evaluasi.
3.      Refleksi.
4.      Tindak lanjut (memberikan motivasi dan mengingatkan siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah dipelajari hari ini).
5.      Penutup dan salam.
6.      Do’a.


X.                Evaluasi
A.    Prosedur Tes
1.      Penilaian proses (keaktifan siswa selama proses pembelajaran)
2.      Penilaian hasil (kemampuan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi)

B.     Jenis Tes
1.      Tertulis dan lisan

C.    Instrumen Penilaian

1.      Penilaian Proses


Format penilaian proses


Kelompok
No.
Nama Siswa
Aspek yang Diamati
Skor
Keaktifan
Kerjasama
Keberanian
Kesungguhan
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
1.


















2.


















3.


















4.


















5.


















6.



















Dst.


















Kriteria penilaian proses:         13 – 16            = A (baik sekali)
                                                9 – 12              = B (baik)
                                                5 – 8                = C (cukup)
0        – 4             = D (kurang)


2.      Penilaian Hasil
a.         Soal-soal

Kerjakan soal – soal berikut ini dengan baik dan benar !

1.         Jelaskan secara singkat apa yang kamu ketahui tantang VOC !

2.         Sebutkan 4 tokoh pemimpin perlawanan rakyat Indonesia terhadap    Belanda !

3.         Jelaskan secara singkat proses awal penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia !

4.         Sebutkan 3 cara perlawanan rakyat Indonesia terhadap tentara Jepang !

Kunci jawaban :




No.
Jawaban
Skor
`1
VOC adalah kongsi atau perserikatan perdagangan Belanda yang ada di wilayah Nusantara.
VOC didirikan pada tahun 1602 dan dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal yang bernama Pieter Both.
Akan tetapi, pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan.
20
2.
1.         Thomas Matulessy (Pattimura) di Maluku
2.         Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat)
3.         Pangeran Diponegoro ( Yogyakarta )
4.         Pangeran Antasari  ( Banjarmasin )
5.         Raja Buleleng ( Bali )
6.         Perlawanan Rakyat Aceh ( Teuku Umar & Cut Nyak Dien, & Teuku
Cik Di Tiro )

20
3

Penjajahan Belanda di Indonesia ditandai dengan adanya sistem monopoli VOC dan sistem tanam paksa yang sangat merugikan rakyat Indonesia.
Pendudukan Jepang di Indonesia ditandai dengan adanya sistem kerja paksa (romusha) yang sangat menyiksa rakyat Indonesia.
30
4
1.      Melalui perjuangan organisasi yang dibentuk oleh Jepang
2.      Melalui gerakan bawah tanah, yaitu perjuangan yang bertentangan
dengan kehendak pemerintah Jepang
3.      Perjuangan yang dilakukan rakyat
30
Total
100

                                                                       
Pontianak, 22 Juli 2013
                                                                                                                  Penulis,



                                                                                                          Iqbal Imanudin

                                                                                                          NIM. F37011058
Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar